Review Film The Uninvited

Anna (Emily Browning) melangkah meninggalkan Matt saat pesta dipinggiran danau berlangsung, mendadak ia ingin pulang karena merasa ada sesuatu, untuk menuju rumahnya, Anna melewati hutan kecil, dihutan itu ia menjumpai 3 kantung plastik berwarna hitam, salah satunya tampak bergerak, ia mendekati plastik itu, dan betapa terkejutnya dia ketika kantung itu terbuka dengan sendirinya, dan keluar potongan kepala seorang gadis cilik yang sangat seram, mengatakan bahwa anna tidak boleh pulang, karena ketakutan, Anna terus berlari menuju rumahnya, setibanya dirumah, Anna mendengar lonceng ibunya, segera saja ia menuju rumah apung tempat ibunya menjalani perawatan medis, sudah lama ibunya menderita sakit, dan atas permintaan ibunya pula rumah apung keluarga Anna menjadi tempat perawatan, dengan gelang sebuah lonceng kecil sebagai bel meminta bantuan.

Malam itu Anna mendapati ibunya seperti ketakutan dengan nafas tersengal-sengal, segera saja ia berlari menuju rumah utama untuk memanggil sang ayah, setibanya didalam rumah, ia mendapati keanehan, lubang kunci kamar ayahnya mengeluarkan darah segar, disusul banjir darah ketika pintunya terbuka.
Itulah kisah yang diceritakan Anna pada salah satu dokter psikologisnya disuatu rumah sakit jiwa, dokter itu hanya berpesan “akhirilah apa yang sudah kau mulai”, hari itu Anna direncanakan keluar dari rumah sakit jiwa. Anna segera berkemas, tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran sesama pasien gangguan jiwa lain dibelakangnya, pasien itu cukup menakutkan, ia berteriak-teriak dengan kata-kata yang tak bisa dimengerti maksudnya pada anna, hingga beberapa orang terpaksa memasukkannya kedalam kamar.

Diluar rumah sakit, sudah ditunggu ayahnya Steven (David Strathairn), mereka berdua pun menuju rumah. Dirumah keluarga anna, sudah menunggu kekasih ayahnya Rachel Summers (Elizabeth Banks), rachel adalah mantan perawat ibunya, yang telah lama bersama keluarga anna. Anna berlari kelantai dua, kekamar saudarinya Alex (Arielle Kebbel), namun tidak mendapatinya disana, tampak dari jendela dikejauhan, alex sedang berenang didanau, segera saja anna berlari kedanau dan memeluk erat saudarinya itu.

Penampakan aneh dan menyeramkan sering dilihat anna, terutama penampakan arwah sang ibu sedang memberi petunjuk siapa sebenarnya dibalik kematian sang ibu, petunjuk demi petunjuk didapat anna dan alex hingga suatu ketika anna mendapati kalung dari Rachel Summers yang ditunjukkan padanya adalah kalung dari korban pembunuhan berantai beberapa tahun silam yang disebut Mildred Kemp. Karena merasa diketahui oleh anna dan alex, rachel mencoba melukai dan akhirnya mencoba membunuh anna dengan bantal, ternyata dibelakang rachel berdiri alex dengan sebilah pisau, anna yang jatuh pingsan akhirnya terbangun dan mendapati ceceran darah dilantai menuju keluar, ia juga menemukan sebilah pisau, ia kemudia mengambil pisau itu dan membuka bak sampah tempat ceceran darah berakhir, sesaat kemudian ayah anna datang, melihat anna berlumuran darah, ayahnya kebingungan dan ketakutan, ia kemudian bertanya pada anna dengan linangan airmata, “anna apa yang kau lakukan ? apa kau membunuh rachel ?!”, anna menjawab, “bukan ayah, alex pelakunya”, kemudian ayahnya berkata “alex ? alex telah tiada, dihari kebakaran yang juga merenggut ibumu, semua hanya delusi mu anna, apa yang kau lakukan”, kemudian anna dengan gemetar dan menangis, ia mengingat semuanya, ternyata selama ini ia masih terbawa delusi, dia lah penyebab tragedi meninggalnya ibu kandung dan saudarinya, ketika itu ia hendak mengambil minyak untuk membakar rachel yang ia pikir berselingkuh dengan ayahnya, namun nahas, korek api tanpa sengaja terbakar dan membakar rumah beserta ibu dan alex. Semua yang dialami anna sepulang dari rumah sakit jiwa hanya halusinasi anna. Entah mengapa anna mengaitkan rachel dengan mildred kemp.

Anna pun terpaksa kembali ke rumah sakit jiwa, dan ketika bertemu dengan dokter yang berbicara padanya terakir kali, anna hanya tersenyum dan berkata “aku hanya mengakhiri apa yang aku mulai”. Anna pun kembali kekamarnya yang dulu, dan didepan kamarnya ada kamar pasien lain, pasien yang berteriak-teriak pada anna sebelum ia pulang kerumah, dipintunya tertulis “Mildred Kemp”.

Sinopsis Film dalam Trailer The Uninvitd 2009